Kiddos

Cerita Quran

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Menjadi ibu rantau jelas memiliki keseruan dan tantangan sendiri. Namun menjadi ibu rantau di negeri dengan mayoritas populasi penduduknya non muslim memiliki tantangan yang lebih seru! (baca: lebih besar)

Salah satu nikmat pertama yang saya syukuri adalah keberadaan madrasah. Meski saat ini madrasah anak-anak hanya sehari di akhir pekan, namun keberadaannya sangat membantu kami menambah wawasan keislaman bagi anak-anak. Namun tidak berarti keberadaan madrasah sudah cukup sebagai bekal anak-anak, hal ini membuat saya harus kreatif menjadi guru bagi anak-anak kami.

Salah satu bekal yang dibawa dari Indonesia adalah hafalan surah-surah juz 30. Saat kami pindah kesini kami berharap menemukan madrasah yang memasukkan tahfidz dalam kurikulumnya. Qodarullaah kebutuhan anak-anak muslim disini lebih kepada bagaimana menjadi muslim di negeri mayoritas non muslim, sehingga tahfidz belum menjadi prioritas utama. Hal ini membuat saya harus berpikir keras mencari cara untuk menjaga hafalan surah anak-anak. Kenapa? Karena sunatullaah bahwa hafalan itu paling mudah lepas bila tidak dijaga.

Alhamdulillaah justru setelah saya pindah kesini saya berkenalan dengan komunitas HOTS asuhan Ust. Bobby yaitu menghafal quran satu ayat sehari beserta artinya. Selain program untuk orang dewasa mereka juga memiliki program untuk anak-anak. Alhamdulillaah Raisa dan Naura bersemangat mengikuti program ini, karena boleh dibilang program ini tidak terlalu membebani karena hanya satu ayat yang dihafal setiap harinya. Namun saya menyadari menghafal tanpa mengerti cerita atau kisah di dalamnya membuat pemahaman anak-anak tentang surat itu menjadi hampa.

Alhamdulillaah Allah SWT bukakan pikiran saya. Bermula dari cerita pengantar tidur sebagai menu wajib saat menemani anak-anak tidur malam, akhirnya saya mencoba memodifikasi cerita pengantar tidur ini menjadi cerita surah yang sedang mereka hafalkan di group HOTS. Salah satu manfaatnya adalah saya menjadi dipaksa membaca tafsir Al Quran, dalam hal ini saya ambil Tafsir Ibnu Katsir, untuk memastikan ilmu yang saya berikan ke anak-anak berasal dari sumber yang bisa dipercaya. Tentunya dibutuhkan kesabaran ekstra dalam hal ini. Biasanya saya mengulas 2-3 ayat dalam semalam, namun 2-3 ayat ini bisa jadi saya ulang selama sepekan dengan harapan mereka bisa lebih menghayati dan mengingatnya. Tak jarang saat saat kami sudah sekian ayat ke depan ternyata anak-anak lupa kisah di ayat-ayat sebelumnya, namun saya tidak ingin berkecil hati. Bagi saya mereka mau mendengarkan saja sudah merupakan hal yang pantas saya apresiasi, barokalloohu fikuma, In Syaa’ Allah senantiasa Allah mudahkan kami memahami ilmuNya dan memberkahinya, aamiin allaahummaa aamiin…

Slough-United Kingdom, 23 November 2018

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s