Aladdin

I’m Not Afraid …

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

“Bunda, how can I miss it this time?”

Pulang sekolah Raisa terlihat begitu semangat dan mengajukan pertanyaan retorik. Dan saya sama sekali tidak mengerti arah pembicaraannya.

“Hari ini kita latihan Aladdin di depan semua murid kelas 6, awalnya aku agak-agak gugup, tapi tiba-tiba … lepaaas ajah, dan ilang rasa takutku … Wow, aku berani tampil di depan orang banyak Bun, and I like it!… Aaah, kemana aja aku selama ini yaaa.. Coba kalo beraninya dari dulu, waah, pasti ceritanya bakal lain …”

Panjang lebar Raisa berceloteh menceritakan rasa takut yang berhasil ia taklukkan, rasa tidak percayanya bahwa ia berhasil mengalahkan rasa takutnya itu, rasa penyesalannya karena keberanian itu baru muncul sekarang dan masih panjang lagi celotehannya.

Saya hanya tersenyum dan tertawa melihat polahnya. Raisa memang anak yang ekspresif, rasa senang dan sedihnya sangat mudah terbaca dari mukanya. Meski selama ini ia cukup mempunyai rasa percaya diri, namun tampil di depån orang banyak masih belum masuk dalam kamusnya selama ini. Alhamdulillaah harı ini ia berhasil membuka sebuah potensi dirinya yang selama ini masih tertutup, In Syaa’ Allah bermanfaat ya Nak, aamiin …

 

Slough-United Kingdom, 24 November 2018

PS: Postingan ini adalah rangkaian posting ‘Road to Aladdin‘, persiapan Raisa menuju pertunjukan drama Aladin di sekolahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s