Kiddos

Halal Christmas Lunch

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

“Bunda, there will be halal Christmas lunch this coming Wednesday…”

Naura laporan ke saya saat pulang sekolah. Dua pekan terakhir kegiatan sekolah mulai banyak  berkaitan dengan perayaan Natal. Kemarin teman-teman Raisa dan Naura pergi ke gereja untuk church service. Alhamdulillaah sejak pertama kali bergabung dengan sekolah ini, kami diberi kesempatan menyampaikan prinsip kami dan pihak sekolah sangat menghargai sikap yang kami pilih.

Kali ini sekolah mengadakan lunch spesial dengan tema Natal. Karena sifatnya spesial maka untuk mengakomodir siswa muslim, maka sekolah menyediakan juga menu halal. Biasanya menu halal hanya disediakan satu kali dalam seminggu dan pada hari itu adalah kesempatan Raisa dan Naura makan siang bersama kawan-kawannya di sekolah.

Sebenarnya dengan anak-anak tidak pulang untuk home lunch, mereka kehilangan sholat dzuhurnya dan terpaksa menjamaknya di waktu ashar saat pulang sekolah. Memasuki musim dingin, siang hari menjadi semakin pendek dan maghrib datang lebih cepat, bahkan lebih cepat dari waktu mereka pulang sekolah. Akibatnya mereka bisa kehilangan sholat Dzuhur dan Ashar apabila tetap makan di sekolah. Alhamdulillaah Raisa dan Naura mengerti saat saya akhirnya memutuskan mereka full home lunch sepanjang musim dingin.

“Kalo Naura lunch di sekolah gimana sholat Dzuhur ama Asharnya?”

Saya balik bertanya ingin melihat reaksi Naura.

“Gak kok Bun, aku ngerti kalo kok kita nggak mungkin makan di sekolah, kalo kita makan di sekolah kan gak akan kekejar sholat Dzuhur ama Asharnya. Aku cuma pengen cerita aja ama Bunda…”

Saya memahami meski baik Raisa dan Naura mengerti kalau mereka tidak bisa makan siang di sekolah namun ada perasaan yang mengganggu karena teman-teman mereka mendapatkan makan siang yang spesial dan mereka makan siang seperti biasa di rumah.

“Nanti pas Christmas lunch desertnya macem-macem loh Un…”

“Iya aku tau, ada 5 macem katanya, asyik yaa…”

Terdengar Raisa dan Naura sedang mengobrolkan tentang menu Christmas lunch. Hmm.. sepertinya saya harus melakukan sesuatu supaya nih.. Mainkan Bun!!!

“Okay, if your friends are having special lunch, then you will also be having special lunch! What do you want for your the lunch…. ?”

20181212_142801593_iOS.jpeg

“Yeaaaay … can we eat XXX fried chicken … and can we have a desert too?.. Can we have ice cream … or doughnut?”

Raisa dan Naura langsung melonjak kegirangan sambil menyebut fast food favorit mereka. Akhirnya didapatlah kesepakatan menu mereka untuk hari Rabu.

Hari ini satu jam sebelum menjemput mereka saya sudah keluar rumah untuk membeli donut yang mereka minta dilanjut membeli ayam goreng sesuai pesanan nona-nona kecil.

“This is the best day in my life, even better than the schools lunch!!!”

Naura sedikit lebay berceloteh saat hendak makan.

“Yes indeed, at school we can only choose one desert out of five. Here we have two doughnuts, yeaaaay …”

Yah, begitulah suka duka membesarkan anak-anak di rantau. Sering saya mengingat kembali perkataan orang tua saya,

“Sebagai orang tua kita harus pandai-pandai membesarkan anak-anak, ada kalanya kita harus menarik ada kalanya kita harus mengulur”

Ah, terima kasih Umak, In Syaa’ Allah pesan umak akan selalu Aya ingat.

Slough-United Kingdom, 13 Desember 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s