Live

Food Preparation and Nutrition

Salah satu mata pelajaran yang ditawarkan untuk GCSE di sekolah anak kami adalah Food Preparation and Nutrition (FPN). Pertama kali mendengarnya, saya langsung terpikir pelajaran memasak seperti waktu saya duduk di SMP dulu. Namun ternyata saya salah besar, saat saya melihat kurikulumnya, aspek memahami apa yang dimasak dan nutrisinya mencakup lebih dari 60% pelajaran dengan sisanya sekitar 40% adalah praktek memasak, perencanaan dan manajemen waktu memasak.

Kurikulum di Inggris dapat digambarkan seperti piramida. Untuk secondary school, pada dua tahun pertama yaitu pada yr7 dan yr8, murid-murid dapat mencicipi semua mata pelajaran yang mereka  minati. Baru pada tahun ketiga sampai kelima, yr9 – yr11 mereka memilih total sembilan sampai sebelas pelajaran (terdiri dari wajib dan pilihan yang benar-benar mereka suka) dan pelajaran tersebut yang akan diujikan pada GCSE di akhir tahun kelima atau yr11. 

Pada pelajaran FPN ini siswa mendapatkan pengantar dasar selama dua tahun pertama. Apabila mereka tertarik mendalami maka mereka bisa mengambilnya untuk menjadi salah satu pelajaran yang akan diujikan di GCSE. Dalam tiga tahun ini siswa dibekali pengetahuan yang diajarkan secara tematik berbasis komoditas pangan.

Sebagai contoh saat mereka mempelajari tentang buah dan sayuran, maka selain mempelajari klasifikasi buah dan sayuran, mereka juga akan mempelajari tentang food safety yaitu metode memasak dan rusaknya buah atau sayur akibat panas dalam memasak. Dari sisi food science, mereka mempelajari tentang oksidasi dan enzim yang menyebabkan warna coklat pada buah dan sayuran. Juga proses transfer kimiawi dalam makanan yang dimasak. Dan dalam topik ini mereka juga mempelajari bagaimana melakukan pengawetan untuk buah dan sayuran seperti membuatnya menjadi pickle (acar) dan selai. Pada tema ini mereka melakukan praktek memasak dengan mengolah buah dan sayur. 

Contoh lain adalah komoditas lemak/minyak dan gula/karbohidrat. Dalam tema ini murid mempelajari asal (provenance) dan proses perjalanan komoditas tersebut dari asalnya hingga ke tempat komoditas tersebut dikonsumsi (food miles), dan juga organik vs non-organik. Dalam sisi food science mereka juga mempelajari tentang plastisitas, shortening, hydrogenation dan caramelisation. Selain itu dalam topik ini mereka juga mempelajari diet spesial terkait gula yaitu diabetes dan obesitas.   

Selama tahun ketiga dan keempat siswa mempelajari semua komoditas mulai dari buah dan sayuran, gandum dan tepung, telur dan produk susu (dairy), daging dan ayam, ikan dan protein alternatif, lemak/minyak dan gula/karbohidrat hingga kacang-kacangan. Setiap komoditas biasanya dipelajari dalam dua term sekolah, yaitu sekitar tiga bulan kalender dengan 1-2 kali praktek memasak sesuai komoditas yang dipelajari.

Pada tahun terakhir atau tahun kelima, setelah mempelajari segala macam komoditas, siswa fokus mempelajari nutrisi dan hidup sehat juga makanan dan budaya. Di tahun terakhir ini siswa juga mempersiapkan ujian GCSE yang terdiri dari praktek dan ujian tertulis.

فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ – 80:24

Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya (QS Abasa: 24).

Kurikulum dan materi FPN ini membuat saya geleng-geleng kepala karena sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari pasti meluangkan waktu di dapur, saya cenderung memasak sebagai kebutuhan dengan pengetahuan dasar yang dulu dipelajari saat sekolah, yaitu empat sehat lima sempurna. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang mendorong industri makanan di satu sisi, juga mendorong berkembangnya ilmu makanan (food science) disisi lain yang menumbuhkan kesadaran akan pola hidup sehat. Pelajaran FPN bukan hanya bertujuan melatih anak-anak untuk bisa memasak, namun lebih mendasar adalah mengajarkan anak-anak mengetahui apa dan bagaimana makanan yang mereka konsumsi dan hubungannya dengan pola hidup sehat.

Lebih jauh lagi saya jadi lebih memahami bagaimana siswa disini difasilitasi dan diarahkan untuk memahami dirinya, untuk mengetahui minatnya. Sebagai informasi selain FPN, ada juga pelajaran lain yang menjadi mata pelajaran pilihan untuk GCSE seperti Design and Technology, kira-kira ini mirip elektronika jaman saya SMP namun dengan tambahan pengetahuan pertukangan. Ada juga sekolah yang menawarkan pelajaran Art, yang kalo di Indonesia pelajaran seni rupa, juga ada pelajaran bahasa asing. Semua pelajaran ini sebenarnya ada padanannya di Indonesia, hanya yang membedakan adalah pengemasannya. Seperti yang saya bilang di atas, disini mata pelajaran dikemas berbentuk piramida. Dimulai dengan pengenalan umum selama dua tahun, kemudian siswa diberi pilihan untuk mendalami selama tiga tahun, bila berminat. Namun semua pilihan ini harus dipertanggungjawabkan dengan ujian berskala nasional, sehingga siswa secara tidak langsung dipaksa mengenali dirinya. Pendekatan ini yang terus digunakan apabila siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yaitu A-Level dan Universitas.

Slough-United Kingdom, 13 Maret 2019

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s