Cerdas Finansial, Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang

Cerdas Finansial: Charity

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Hampir dua tahun kami tinggal disini salah satu hal yang kami perhatikan adalah sejak kecil anak-anak sudah dikenalkan dengan kegiatan amal, charity. Pengenalan kegiatan ini dilakukan di sekolah-sekolah, dari jenjang yang paling rendah. Kegiatannya sendiri beragam dan biasanya tidak dikhususkan untuk charity, misalnya hari berpakaian bebas. Pada hari itu anak-anak diizinkan tidak menggunakan seragam sekolah dan sebagai kompensasinya mereka membayar 1 pound yang akan disumbangkan sebagai charity. Ada juga kegiatan hari buku nasional, dimana pada hari itu anak-anak disarankan memakai pakaian dari tokoh utama sebuah buku cerita. Anak-anak juga dianjurkan untuk membawa satu atau lebih buku bekas yang masih layak baca untuk ditukar dengan sebuah buku bekas lain yang dibawa oleh teman-temannya. Selain itu anak-anak juga disarankan menyumbang 1 pound untuk charity.

Tak hanya berbentuk uang, ada juga kegiatan food bank, yaitu pengumpulan makanan kaleng untuk penduduk kurang beruntung yang tinggal di kota kami. Kegiatan food bank ini adalah kegiatan yang diprakarsai pemerintah kota, setiap lembaga dapat berpartisipasi termasuk sekolah, pertokoan dan juga organisasi agama. Di sekolah anak-anak disarankan menyumbang makanan kaleng apa saja dari daftar yang sudah dibuat dan direkomendasikan sesuai hasil survey kebutuhan yang dilakukan pemerintah kota kami.

Selain pengenalan charity yang dilakukan sekolah-sekolah, tidak jarang pintu rumah kami diketuk oleh lembaga charity baik yang bersifat lembaga resmi atau yang sekedar berkeliling dari rumah ke rumah mengumpulkan koin atau barang untuk kegiatan amal. Pernah suatu hari datang seorang petugas charity yang bekerja untuk lembaga perlindungan binatang, dalam hal ini kucing dan anjing! Mereka mengumpulkan kucing dan anjing liar dan mencarikan keluarga yang mau mengadopsi binatang-binatang malang itu. Ada lagi bentuk charity seperti pengumpulan pakaian dan barang bekas layak pakai yang dilakukan secara terorganisir dari rumah ke rumah untuk mendukung organisasi amal. Biasanya beberapa hari sebelum pengumpulan, setiap rumah diberikan plastik untuk memasukkan barang-barang yang ingin didonasikan. Pada hari H kami hanya perlu meninggalkan plastik berisi barang bekas tersebut di depan rumah dan petugas organisasi tersebut akan mengambilnya.

Banyaknya pengenalan kegiatan amal ini membuat Raisa dan Naura terbiasa dengan kegiatan-kegiatan yang berbau charity. Dua hari yang lalu saat kami sedang bersiap makan malam, pintu rumah kami diketuk. Ternyata ada orang yang meminta charity untuk kegiatan amal mereka. Kayla yang membukakan pintu kembali ke dapur dan menyampaikan pada saya. Mendengar apa yang disampaikan Kayla, Naura segera berinisiatif mengambil kotak 3S nya dan mengeluarkan beberapa pence dari bagian social, alhamdulillaah, baarokalloohu fiiki gadis kecilku …

Slough-United Kingdom, 3 Mei 2019

#Level8BundaSayang
#Tantangan10Hari
#KecerdasanFinansial
#Day7

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s