Daily

Kilas Balik Ramadhan dan Syawal 1440H

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Puasa kali ini adalah puasa kedua saya dan anak-anak, dan merupakan puasa ketiga untuk suami sejak kami hijrah ke Inggris tahun 2017 lalu. Alhamdulillaah meski lama puasa kami masih berkisar 17-18.5 jam, cuaca di musim semi ini sangat bersahabat sehingga kami cenderung tidak merasakan haus dan lapar, namun lebih kepada mengantuk karena waktu sahur dan berbuka puasa yang ekstrim, di luar waktu normal di Indonesia.

Hari pertama puasa kami memulai sahur sekitar pukul 3 pagi dan adzan shubuh berkumandang pukul 3.42. Waktu maghrib hari itu adalah pukul 20.35, artinya panjang puasa hari pertama adalah hampir 17 jam. Hari terakhir puasa kami harus memulai sahur pukul 2 pagi karena adzan shubuh berkumandang pukul 2.52 pagi. Waktu maghrib pada hari terakhir puasa kali ini adalah pukul 21.14, sehingga panjang puasa kami hari itu adalah lebih dari 18 jam!

Namun bukan hanya panjang puasa yang membuat Ramadhan dan Syawal kali ini lebih berkesan, ada banyak nikmat dan kesempatan-kesempatan yang diberikan Allah swt pada kami. Dimulai dengan hadirnya ummi (ibu mertua) yang alhamdulillaah berhasil kami import dari Bogor sejak awal April lalu. Tentu saja kehadiran ummi menjadi penambah semangat dan keceriaan di rumah. Meski disambut dengan udara satu digit yang masih sangat dingin terutama untuk ummi yang besar di kota berhawa panas Pinrang dan Makassar,  Sulawesi Selatan, beliau perlahan namun pasti bisa beradaptasi dengan cuaca dan bahkan bisa menyelesaikan puasa Ramadhan yang panjang ini sebulan penuh, alhamdulillaah…

Selanjutnya adalah ujian GCSE Syauqi yang jatuh persis di bulan Ramadhan ini dan baru akan selesai pada pekan kedua bulan Syawal. GCSE adalah ujian akhir nasional untuk siswa secondary school di Inggris, sama dengan ujian O level atau IGCSE di negara-negara lain yang menggunakan kurikulum Cambridge. Total pelajaran yang diujikan berkisar 9-11 mapel, tergantung kombinasi yang diambil. Masing-masing mapel terdiri dari 2-3 paper, sehingga bisa dibayangkan lamanya durasi ujian ini.

Namun ada momen lain yang kami syukuri, yaitu jatuhnya libur tengah term musim panas (Summer break) yang persis menjelang 10 hari terakhir puasa. Normalnya libur ini adalah selama sepekan sebagaimana liburnya sekolah Kayla dan Syauqi, namun khusus untuk Raisa dan Naura, sekolah mereka memiliki hak untuk mengatur kalender akademiknya sendiri dan kali ini libur mereka adalah 2 pekan. Jadi bukan hanya 10 hari terakhir puasa, tapi Raisa dan Naura pun masih libur saat Idul Fitri, sehingga suasana libur lebaran yang selama ini mereka rasakan saat di Jakarta juga terbawa pada lebaran kali ini, alhamdulillaaaaah … Selain itu dengan libur ini, kami yang biasanya sholat tarawih di mesjid hanya 8 rakaat karena anak-anak masih harus sekolah esok harinya,  mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan 23 rakaat dan menyelesaikan sholat witir bersama imam pada 10 malam terakhir Ramadhan. Raisa juga berkesempatan melatih skill baking nya dengan menyelesaikan toples-toples kue putri salju, kastengles, nastar dan cookies kesukaannya. Selama ini Raisa baru sempat mempraktekkan kue putri salju dan cookies, alhamdulillaah keberadaan ummi membuatnya bersemangat untuk belajar membuat nastar dan kastengles. 

20190609_190940983_iOS
Cokies-Putsal-Kastengles

Raisa dan Naura juga mengisi liburannya dengan menyiapkan dekorasi lebaran di rumah. Memanfaatkan kertas dan kardus bekas dan membeli sedikit sedikit pernak-pernik penunjang, jadilah dekorasi Idul Fitri di rumah kami. Benar-benar libur sekolah yang produktif!

20190609_194053477_iOS
Decoration by Raisa and Naura

Masih ada banyak momen yang menjadikan rangkaian puasa dan lebaran kali ini spesial untuk kami, yaitu kesempatan berkumpul dan berbuka puasa bersama saudara-saudara muslim lain di sini. Di tengah kesibukan masing-masing, alhamdulillaah kami dapat berkumpul berbuka puasa di rumah dengan beberapa keluarga Indonesia sesama perantau. Meski waktu sangat terbatas karena maghrib jam 9 malam, alhamdulillaah silaturahmi tetap bisa berjalan meski hanya 2-3 jam saja. Hal ini karena teman-teman masih harus menempuh perjalanan kembali ke rumahnya di area London sekitar satu jam lagi. Dan sesuai perkiraan sesampainya mereka di rumah masing-masing, mereka memutuskan tidak tidur sambil menunggu sahur karena dalam hitungan 1-2 jam ke depan sudah memasuki waktu sahur. Begitupun kami yang setelah selesai acara memilih beberes sambil menunggu waktu sahur dan segera tidur setelah menyelesaikan sholat shubuh dan bablas bangun hingga jam 10 pagi hahaha …

20190609_191445178_iOS
Bukber 24 Mei 2019

Momen berbuka puasa bersama lain yang sangat membekas adalah saat kami menghadiri acara Open Iftar 2019 yang merupakan inisiatif dari komunitas muslim lokal yang bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman, pengalaman dan mengenalkan Ramadhan dan puasa untuk semua kalangan, tidak terbatas kalangan muslim saja. Selama 7 (tujuh) tahun terakhir komunitas ini selalu menyelenggarakan berbuka puasa di taman-taman kota. Tahun ini mereka untuk pertama kalinya mengadakan iftar di tempat-tempat ikonik di London selama 7 hari terakhir Ramadhan yaitu di Westminster Abbey, Wembley Stadium, Trafalgar Square, British Library, Southwark Cathedral, Regent’s Place dan Kensington Memorial Park. Alhamdulillaah kami berkesempatan menghadiri buka puasa di Trafalgar Square yang merupakan monumen peringatan Battle of Trafalgar, yaitu kemenangan AL Inggris atas Prancis dan Spanyol pada perang Napoleon di Tanjung Trafalgar, Spanyol. Monumen ini terletak di pusat kota London dan biasa dijadikan pusat perayaan malam akhir tahun kota London. Saat kami tiba di lokasi sore itu, antrian mereka yang bersiap untuk mengikuti acara berbuka bersama sudah mengular, namun karena sistem registrasi yang baik, antrian berlangsung tertib dan saat mulai dipersilakan memasuki arena berbuka, antrian pun habis dengan cepat. Kira-kira 30 menit sebelum waktu maghrib, acara dibuka dengan sambutan dari beberapa guest speaker termasuk walikota London, Shaddiq Khan. Saat itu hati ini rasanya mulai mengharu biru, melihat peserta yang mencapai 1000 orang, https://www.parliament.uk/business/news/2019/may/house-of-lords-celebrates-ramadan-with-open-iftar/.

20190609_192305918_iOS
Open Iftar 2019 @Trafalgar Square

Tak lama kemudian waktu maghrib pun masuk dan ma syaa’ allah, adzan berkumandang di jantung kota London. Adzan yang membuat saya menangis terharu karena tidak terbayangkan sebelumnya mendengarkan adzan di tengah kota London dalam suasana hikmat. Sempat bertanya-tanya dalam hati bagaimana pengaturan sholat maghribnya kelak? Ternyata panitia betul-betul mempersiapkan dengan baik, dan segera setelah adzan maghrib selesai dikumandangkan kami pun diminta ke tempat yang telah disediakan untuk sholat maghrib berjamaah! Ma Syaa’ Allah sholat maghrib berjamaah di pusat kota London dalam suasana tanpa kekhawatiran akan mengganggu orang lain, sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dan lisan ini hanya bisa berucap Allahuakbar,  la hawla quwwata illaa billaah. Hari itu benar-benar memberi kesan mendalam untuk saya dan suami, dan semoga juga untuk anak-anak kami, in syaa’ allah, aamiin…

Momen lain yang tak terlupakan adalah saat hari terakhir puasa, tepatnya hari ke-29. Seperti biasa sore hari saya paksakan diri dan anak-anak untuk tidur sore mengingat kurangnya waktu tidur di malam hari. Saat itu kami semua memperkirakan tanggal 1 Syawal akan jatuh di hari Rabu, sebagaimana perkiraan dan perhitungan yang beredar di banyak media sosial. Hingga sore itu menjelang tidur saya masih berasumsi lebaran jatuh dua hari lagi. Tak lama setelah terlelap, tiba-tiba Kayla masuk ke kamar dan membangunkan saya,

“Bunda, lebaran jadinya besok!”

Tanpa babibu lagi saya segera loncat dari tempat tidur dan segera ke dapur untuk masak lontong hahaha. Alhamdulillaah hari itu dan sehari sebelumnya ummi dan saya sudah menyicil masakan untuk lebaran. Menu lebaran spesial kali ini adalah Sambal Godok, menu khas keluarga bapak mertua yang orang Katulampa, Bogor. Dan tentu saja Sambal Godok tidak lengkap kalau tidak berpasangan dengan lontong, yang rencananya baru akan saya masak esok harinya mengingat kami menduga lebaran masih dua hari lagi.

IMG_6993 1.JPG

Lebaran kali ini pun untuk pertama kalinya kami memutuskan untuk sholat Ied di Wisma Nusantara, yaitu rumah kediaman Duta Besar Indonesia. Setiap tahun Wisma Nusantara selalu mengadakan Sholat Idul Fitri yang dilanjutkan dengan ramah tamah Bapak Duta Besar dengan rakyat Indonesia di Inggris Raya. Sebagaimana saya ceritakan di atas bahwa Syauqi sedang menjalani ujian GCSE nya yang bukan hanya jatuh di bulan Ramadhan, bahkan salah satunya tepat di hari Idul Fitri. Saat kami bersiap untuk melaksanakan sholat Ied, Syauqi pun bersiap untuk berangkat ke sekolah untuk ujian. Alhamdulillaah kami sempat mengabadikan foto keluarga Idul Fitri tahunan sebelum Syauqi berangkat.

20190609_181057760_iOS
Foto Keluarga 1 Syawal 1440H

Sebenarnya bulan Mei dan Juni memang bulan ujian akhir bagi anak sekolah di Inggris. Gak cuma Syauqi yang ujian akhir, Kayla pun ujian A level di bulan Juni ini. Ternyata sejak dibagikan jadwal ujiannya, Kayla selalu berdoa agar tanggal 1 Syawal jatuh di hari Selasa, 4 Juni 2019. Mengapa? Karena ujian A level Kayla yang pertama jatuh di hari Rabu, 5 Juni 2019. Jadi dia berharap lebaran jatuh di hari Selasa agar ia masih bisa mengikuti sholat Ied dan silaturahmi bersama di KBRI dan juga kumpul bareng di rumah salah satu teman kami. Alhamdulillaah doanya terkabul karena Idul Fitri kali ini di Inggris memang jatuh di hari Selasa sehingga Kayla pun bisa mengikuti sholat Ied dan silaturahmi bersama-sama.

Mengingat hari Idul Fitri bukan merupakan hari libur di Inggris, kami sudah memperkirakan bahwa trafik menuju pusat kota London akan padat dan menyiapkan ekstra waktu 1.5 jam untuk berangkat kesana. Namun saat selesai berfoto keluarga waktu sudah menunjukkan pukul 7.35, dan Syauqi terpaksa harus diantar ke stasiun karena sudah tidak cukup waktu apabila ia bersepeda mengejar jadwal kereta yang biasa. Akhirnya setelah suami selesai mengantar, kami pun baru keluar rumah jam 8 pagi, dan seperti yang kami perkirakan, lalu lintas pagi itu padat ditambah adanya kecelakan di jalan yang akan kami lalui. Akhirnya karena khawatir tidak kebagian sholat Ied, kami putuskan untuk mencari masjid dan kami pun melaksanakan sholat Ied di Wembley Central Mosque. Selesai sholat Ied kami pun segera melanjutkan perjalanan menuju Wisma Nusantara untuk bersilaturahmi dengan sesama perantau di Inggris.

kbri1
Lebaran @Wisma Nusantara – London
20190610_195741762_iOS
Di Depan Wisma Nusantara
20190609_183943588_iOS
Bersama Ibu Hanna A Satriyo, istri duta besar RI untuk Inggris dan Irlandia

Selesai acara di Wisma Nusantara kami bersiap menuju rumah salah satu sahabat yang memang mengundang untuk berkumpul selepas sholat Ied dengan menu sate padang! Alhamdulillaah …

20190609_183757911_iOS
Good Food and Good Friends always Make You Happy

Rangkaian puasa dan lebaran kali ini ditutup dengan silaturahmi di rumah kami akhir pekan ini. Sebenarnya sempat terpikir untuk mengundang tetangga ke acara di rumah kami untuk berbagi kebahagian di bulan Syawal ini, namun setelah melalui berbagai pertimbangan terkait makanan, akhirnya kami putuskan untuk membuat penganan sarikaya yang kemudian kami antarkan ke tetangga terdekat kami. Alhamdulillaah meski kecil semoga Allah swt catatkan sebagai ladang dakwah kami, aamiin allaahummaa aamiin….

20190609_184831621_iOS
Lit’l Gesture for our Neighbours

Kembali ke penutup rangkaian puasa dan lebaran di rumah, meski diawali dengan drama sahabat yang datang lebih cepat dari jadwal undangan, namun alhamdulillaah kondisi rumah dan hidangan sudah tahap finalisasi. Coto Makassar, chicken wings, siomai, palu butung, ketan sarikaya, jalangkote (pastel khas Makassar) sudah siap, hanya tinggal tuan rumah yang belum mandi hahaha…

20190610_194338754_iOS
Coto Makassar

Jam 4 sore sahabat-sahabat mulai berdatangan dan makanan pun terus mengalir. Mulai dari bakso kuah, sausage rolls, martabak tahu, bakwan, bubur ketan item, cup cakes, puding coklat, tiramisu hingga es krim dan buah-buahan, alhamdulillaah … Tim Acara pun sudah menyiapkan acara tukar kado untuk anak-anak dan quiz untuk bapak dan ibu yang membuat acara penuh keceriaan dan kehebohan.

20190609_190222889_iOS.jpeg

Akhirnya hanya puji syukur pada Allah swt atas segala nikmat yang diberikan selama ini, hanya karena SayangNya lah kami semua bisa menikmati rangkaian puasa dan lebaran dalam keadaan sehat dan bahagia, alhamdulillaah alaa kulli hal…

Eid Mubarak!

Slough-United Kingdom, 9 Juni 2019

 

2 thoughts on “Kilas Balik Ramadhan dan Syawal 1440H”

  1. Luarrr biasa….!! Seakan-akan umak hadir bersana ananda sekeluarga .. 😊 Apalagi kehadiiran Umi… Yang memang jago dan senang masak… membuat suasana bertambah meriah… Alhamdulillah… dan selamat atas suksesnya acara di rumah.. Wah…. tetangga. juga kebagian sarikaya… Tebtu sebang banget…. 😊 😘 😘 😘

    Like

Leave a Reply to kaqirana Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s