Fitrah Seksualitas, Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang

Peran Orang Tua dalam Membangkitkan Fitrah Seksualitas

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Pada hari ketiga ini pembahasan meningkat kepada peran orang tua dalam membangkitkan fitrah seksualitas. Menggunakan definisi fitrah seksualitas sebagaimana pembahasan sebelumnya yaitu bagaimana seseorang berpikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai laki-laki atau perempuan sejati dimana dalam menumbuhkan fitrah ini sangat tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada ayah dan ibu. Selanjutnya kata peran didefinisikan sebagai suatu rangkaian perilaku yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisi sosial baik secara formal maupun informal. Untuk itu peran orang tua dalam membangkitkan fitrah seksualitas dapat diartikan sebagai perilaku apa yang diharapkan dilakukan oleh orang tua dalam membangkitkan fitrah seksualitas anaknya.

Sebelum masuk pada peran orang tua, terdapat beberapa prinsip yang bisa dijadikan pegangan, yaitu:

  1. Kesadaran bahwa fitrah seksualitas membutuhkan kehadiran, kelekatan dan kedekatan ayah dan ibu secara utuh dan seimbang sejak anak lahir sampai dengan usia akil baligh (15 tahun)
  2. Ayah berperan memberi suplai maskulinitas dan ibu memberi suplai feminitas secara seimbang. Anak laki-laki membutuhkan suplai maskulinitas lebih banyak dari suplai feminitas begitu juga sebaliknya, anak perempuan membutuhkan suplai feminitas lebih banyak dari suplai maskulinitas.
  3. Mendidik fitrah seksualitas sehingga tumbuh hingga paripurna, akan berujung pada tercapainya peran keayahan sejati bagi anak laki-laki dan peran keibuan sejati bagi anak perempuan.

Berpegang pada prinsip tersebut di atas, maka beberapa peran orang tua dalam membangkitkan fitrah seksualitas diantaranya:

  1. Menanamkan pondasi keimanan dan ketaqwaan sejak dini.
  2. Menghidupkan keteladanan Rasulullaah saw, para nabi, sahabat dan orang-orang sholih dalam keseharian sehingga anak memiliki konsep diri yang baik sebagai muslim.
  3. Mendukung program pendidikan anak yang mengantarkan mereka memahami agama dan siap menjalankan hukum Allah swt di usia baligh.
  4. Berusaha menjaga dari segala sesuatu yang bisa merusak fitrah agar anak memiliki konsep diri yang kuat, termasuk menjaga pandangan dan pendengaran mereka dari sesuatu yang mampu merusak akal termasuk hal-hal yang membangkitkan syahwat mereka.
  5. Menghembuskan berbagai visi, mimpi dan mimpi dengan memperlihatkan kondisi umat agar anak memiliki cita-cita besar dalam hidup sehingga slealu menyibukkan diri dalam hal positif.
  6. Menjadi pendengar dan tempat yang nyaman bagi anak untuk bercerita dan berbagi rasa agar dapat membantu mereka menyaring mana yang baik dan mana yang buruk.
  7. Memperkaya pengalaman masa kecil mereka dengan kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat serta meminimalkan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat agar mereka menemukan kesibukan diri yang produktif dan tidak tertarik pada hal yang tidak bermanfaat apalagi bermaksiat kepada Allah swt.

Demikian review materi ketiga dari game level11 ini, wallaahu a’laam bisysyawab. Semoga Allah swt senantiasa membimbing kita menjadi orang tua yang mampu mendidik anak-anak kita mencapai fitrah mereka dengan paripurna, aamiin allaahummaa aamiin.

Slough-United Kingdom, 13 Agustus 2019

#Level11BundaSayang
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#Day3

Referensi:

  1. Materi presentasi kelompok A kelas Bunda Sayang Regular Batch 4 Gabungan 3, Agustus 2019.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s