Fitrah Seksualitas, Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang

Pengaruh Media Digital Terhadap Fitrah Seksualitas Anak

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Salah satu tantangan membesarkan anak saat ini adalah derasnya arus informasi sebagai hasil dari kemajuan teknologi yang mendorong pertumbuhan media digital. Di satu sisi perkembangan teknologi dan mudahnya akses informasi mendorong pada mudahnya penyebaran informasi. Daerah terpencil memiliki kesempatan mendapatkan informasi dengan cepat sehingga dunia perlahan menjadi tidak berbatas (borderless). Namun disisi lain dampak dari penyebaran informasi ini harus disikapi dengan hati-hati oleh orang tua dalam membesarkan anak. 

Dampak penggunaan media digital pada anak dapat di antaranya:

Dampak Positif Dampak Negatif
Memudahkan komunikasi Mengganggu pertumbuhan otak anak
Meningkatkan peran layanan publik Perlambatan tumbuh kembang anak
Sumber informasi Obesitas
Pembelajaran jarak jauh Kurang tidur
Jejaring sosial Kelainan mental
Membangun kreatifitas anak Agresif
Kecanduan
Demensia digital
Radiasi emisi
Berhentinya proses belajar anak

Lalu apa pengaruh media digital terhadap fitrah seksualitas anak? Media digital memberi anak akses informasi yang lebar setiap saat. Anak yang belum mencapai aqil, belum mampu membedakan mana yang benar dan salah, mana yang boleh dan tidak boleh, karena kematangan otak dan mentalnya belum sempurna. Besarnya akses informasi memberi dampak negatif pada fitrah seksualitas anak, yaitu:

  1. Bertebarannya konten pornografi yang akan mempengaruhi perilaku anak.
  2. Konten LGBT yang mempengaruhi kesadaran identitas gender anak.
  3. Kebebasan informasi dan berekspresi di media digital mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak.

Sebelum mengambil sikap terhadap penggunaan media digital oleh anak, sebagai orang tua kita perlu berupaya menjaga fitrah seksualitas anak dengan cara:

  1. Menumbuhkan fitrah keimanan dan fitrah belajar anak dengan membekali anak dengan ilmu terutama ilmu agama.
  2. Memberi contoh dan teladan dalam perilaku dan moral sesuai dengan fitrahnya.
  3. Orangtua harus mau belajar dan meningkatkan ilmu parenting untuk bisa mendampingi anak dalam era perkembangan teknologi yang pesat. 

Selanjutnya bagaimana kita sebagai orang tua harus bersikap dalam penggunaan media digital oleh anak? Setidak terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan panduan di antaranya:

  1. Batasi penggunaan media digital sesuai dengan usia anak, misalnya:
    • Usia < 18 bulan: penggunaan hanya untuk video chatting.
    • 18 bulan < usia < 24 bulan: pilih program berkualitas dan dampingi anak saat  mengakses media.
    • 2 tahun < usia < 5 tahun: batasi penggunaan maksimal 1 jam per hari
    • Usia > 5 thn: membuat kesepakatan penggunaan media mencakup katagori media apa yang boleh dan tidak boleh, zona bebas gadget, waktu istirahat dan waktu tanpa gadget.
  2. Diskusikan isi konten/tontonan dari media yang boleh dilihat agar anak bisa belajar memilah mana yang punya nilai positif begitu juga sebaliknya.
  3. Patuhi usia minimum yang disyaratkan untuk membuat akun di media sosial.
  4. Manfaatkan aplikasi untuk  membantu membatasi akses anak ke konten negatif.

Wallaahu a’laam bisysyawab, in syaa’ allah bermanfaat.

Slough-United Kingdom, 16 Agustus 2019

#Level11BundaSayang
#Tantangan10Hari
#FitrahSeksualitas
#Day6

Referensi:

  1. Materi presentasi kelompok G kelas Bunda Sayang Regular Batch 4 Gabungan 3, Agustus 2019.
  2. Bahaya Gadget bagi Anak di bawah Usia 12 Tahun: https://www.huffpost.com/entry/10-reasons-why-handheld-devices-should-be-banned_b_4899218?guccounter=2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s