Saya baru menyelesaikan sholat ashar ketika tiba-tiba Syauqi berseru,
“Abang mimisan Bun!”
Lalu ia menunjukkan bekas tissue penuh darah di atas mejanya. Refleks saya berkata,
“Abang sepertinya kurang minum …”, belum sempat saya menasihatinya untuk menambah porsi minumnya, seperti biasa ia langsung membela diri,
“Minum abang banyak kok!”
Sambil memutar otak mencari cara menasihatinya, saya lanjutkan kalimat saya,
“Bisa jadi abang sudah minum cukup banyak, tetapi mimisan itu membuktikan badan abang membutuhkan air putih lebih dari yang sudah abang minum. Ditambah lagi kemarin sore abang pulang agak gak enak badan, mungkin suhu badan abang memang hangat sehingga membutuhkan air lebih banyak.
“Tapi abang minum banyak kok!”, jawab Syauqi masih mencoba membela diri.
Hahaha… anak saya yang satu ini meski usianya sudah 16 tahun tapi ia masih susah menerima masukan. Berkali-kali saya ngobrol dengannya dan menyampaikan bahwa apabila orang memberi masukan tidak berarti kita berbuat salah. Namun lebih kepada usulan dari sudut pandang lain yang bisa jadi cocok namun bisa juga tidak cocok. Yang penting didengar dulu baru kemudian kita putuskan apakah cocok dengan kita atau tidak.
Alhamdulillaah Allah swt membukakan pikiran saya dengan mengingat materi komunikasi produktif aspek menggunakan pengalaman pribadi sebagai pengganti memberi nasihat.
“Jadi inget bunda dulu juga sering mimisan Bang, dan biasanya penyebabnya sepele, karena suka gemes sama kotoran hidung yang kering dan pengen dikeluarin. Tapi begitu kotoan hidungnya keluar, langsung diikutin mimisannya. Akhirnya tahan-tahan tangan untuk gak korek-korek hidung, selain tentunya memastikan minum air putih yang cukup”, saya mencoba berbagi pengalaman dan berharap ia bisa mengambil pelajaran.
“Iya sih Bun.”, akhirnya Syauqi mengamini kalimat saya.
Alhamdulillaah semoga komunikasi kemarin sore bisa menempel di ingatannya dan mengurangi frekuensi terjadinya mimisan padanya.
Kemarin saya belajar mengaplikasikan bahwa berbagi pengalaman bisa menjadi cara menyampaikan pesan yang produktif dibandingkan dengan menggunakan kalimat berupa nasihat. Tentunya disertai dengan sabar dan menggunakan intonasi nada yang baik, alhamdulillaah.
Slough-United Kingdom, 16 September 2018
#level1bundasayang
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#hari6